"Apa kau berpikir aku menempatkanmu di rumah milik wanita yang kunikahi?" "Kak Rio aku tidak berpikir begitu. Aku hanya ingin tahu ini rumah siapa dan dari mana Kak Rio punya uang untuk mendapatkan rumah ini sebagai tempat tinggalku dan Anggia." "Dini kau masih menganggapku rendah? Menjadi laki-laki yang berusaha untuk memanfaatkan wanita lain untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anaknya begitu?" "Tapi wanita yang kau sebut wanita lain itu bukan wanita lain Kak Rio. Dia adalah istrimu sendiri. Istri SAH!" Dini kesal karena seharusnya Rio cukup menjawab itu rumah siapa dan semuanya kelar. Kenapa harus diputar-putar dulu dan membahas permasalahan ini jadi ke mana-mana? Inginnya Dini meninggikan suaranya dan meluapkan semua perasaan kesalnya tapi itu bukan rumahnya dan dia juga tidak

