Menahan sang Anak

1615 Kata

Mega menggenggam tangan Radit sambil menahan tangisannya, membawa pria yang penglihatannya mulai memburam itu ke dalam ruangan dimana orangtua yang lain sudah tiba. “Dimana Ara?” “Sepertinya sedang bersiap,” ucap Mega menahan tangisannya. Yang sontak membuat tangan Radit terulur mengusapnya, dia mendengar suara sang istri yang parau. “Hei, kenapa? Jangan khawatir, Sayang. aku akan baik baik saja jika melihat putri kita tampil.” Bahkan saat Radit bicara dengannya, dia menatap kosong; memperlihatkan jika Radit tidak bisa melihatnya. “Mas…..” “Jangan nangis, aku baik baik saja.” “Aku telpon perawat ya? Nanti mereka bawa kamu pas Ara udah tampil, biar Ara pulang sama aku.” Radit tersenyum, mencoba menahan rasa panic dalam dirinya. Siapa yang tidak panic jika tidak bisa melihat seperti s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN