“Mama, kenapa kita ke sini?” tanya sang anak dengan bingung, karena Mamanya kini memarkirkan mobil di halaman depan rumah sang Kakek. Ara mengerucutkan bibirnya, seharusnya kini dia berada di rumah sakit untuk melihat Papanya. “Ma?” “Hmm?” jawab Mega sambil menahan isak tangisnya, dia memaksakan senyuman terbaiknya. “Kenapa, Sayang?” “Mama kenapa malah ke sini?” “Dokter bilang kalau Papa itu butuh istirahat, tidak boleh ada yang mengganggu, jadi kita di sini dulu ya. Biarkan dokter itu selesai dengan Papa.” Ara mengerucutkan bibirnya, bocah itu kehilangan semangatnya. Dia turun dari mobil, kemudian berlari ke dalam rumah dengan mata yang menahan kekecewaan. Mega menghela napasnya dalam, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali berdoa pada Tuhan. Apalagi kini suaminya sedang dalam kon

