“Sayang….,” rengek Radit saat kini mereka sudah berbaring di atas ranjang; dengan bayi mungil mereka yang berada di box yang menempel dibibir ranjang. Dimana Mega dengan mudah menurunkan salah satu pembatasnya hingga dirinya bisa menyentuh langsung tangan mungil putranya. Benar benar mirip Radit, dia adalah Ara versi pria yang sebenarnya. “Sayang…,” panggil Radit lagi dari belakang, tangannya mengusap punggung sang istri perlahan. “Jangan cuekin aku.” “Cuekin gimana? Ini aku cuma mastiin anak kamu tidur nyenyak, Mas.” Mega mendengar hembusan kasar dari belakang sana, membuat Mega yakin kalau suaminya itu merajuk. Hingga dia memilih menyelimuti putranya kemudian membalikan badan menatap Radit. Tangannya terulur untuk menyentuh punggung sang suami. “Mas…., masa mau cuekin aku.” “Gak nyu

