Kenyataannya, Kim dan Feyra benar benar menjadi tetangga mereka di gedung apartemen itu. Tentu Mega senang, setidaknya kini dia mendapatkan teman. Apalagi Mega melihat Feyra begitu tertarik dengan Kim melebihi saat pada dirinya menatap Radit. Hari demi hari mereka lewati dengan penuh rasa syukur. Seperti sekarang, Mega bersyukur untuk mereka yang sedang sarapan bersama. Ara yang akan sekolah, dan suaminya yang mulai bekerja. Bekerja? Ya, Mega mengizinkannya. Dengan catatan Kim selalu memberikan laporan padanya, termasuk control rutin untuk menjaga tubuh suaminya tetap vit. “Kenapa terburu-buru?” tanya Mega yang menyadari sang suami makan lebih cepat. “Kim sudah menunggu, aku ada pertemuan pagi ini.” “Lihat Mas, kamu mulai sibuk lagi.” “Supaya bisa pulang sebelum sore, Sayang,” ucap

