Hampir saja Angelica meremukan iPad di tangannya. Untungnya dia sadar dengan keberadaannya dan menggagalkan aksi gilanya. Marah, tapi tak bisa melakukan apa pun. Andai saja dia di dalam ruang pribadinya, seorang diri, bisa dipastikan Angelica akan terisak kencang sambil meraung-raung. Semakin panjang daftar untuk persiapan pertunangan sang bos, semakin sulit baginya untuk bernapas dengan benar. Bahkan, selama beberapa jam terakhir, berkali-kali matanya berkaca-kaca. Susah, tapi mundur bukan pilihan bijak. Tiga hari lagi, batinya mencoba untuk menguatkan diri. Angelica kira pertunangan baru akan berlangsung satu atau dua bulan lagi mengingat mereka adalah dua orang asing yang belum saling mengenal. Namun, dia salah. Keluarga besar Valentini serta Da Silva ingin memastikan tak ada salah sat

