Entah apa yang ada dipikiran Angelica saat menyetujui kesepakatan baru dengan Adam. Mungkin karena putus asa dengan nasibnya sendiri atau dia sama inginnya untuk memiliki kenangan akan bosnya itu sebelum benar-benar lenyap dari hidup pria itu selamanya. Tanpa sadar dia mendesah panjang. Langkahnya semakin lama semakin melambat saat menaiki tangga menuju ke unitnya. Waktunya di New York tidak banyak, kurang dari tiga hari lagi. Sesaat Angelica bimbang, haruskah dia langsung masuk ke apartemen atau mencoba bertemu Rhea lebih dulu. Mereka sudah berteman akrab selama beberapa bulan terakhir, bukankah harusnya Angelica berpamitan pada tetangganya itu? Karena malam ini adalah kesempatan terakhir berjumpa. Bergegas dia berjalan menuju ke unit Rhea. Berhenti di sana untuk beberapa menit panjang

