Saat pagi tadi kembali ke apartemen, Angelica berada dalam dilema berat. Mempertanyakan diri sendiri haruskah dia berangkat ke pertunangan Adam atau menunggu di tempat tinggalnya lebih lama beberapa jam sebelum akhirnya pergi. Hatinya berperang. Hingga sebuah keputusan dia ambil dengan berani. Angelica akan datang. Memastikan dengan kedua matanya sendiri bahwa orang yang dia cintai memilih wanita lain. Hal yang mungkin akan mempermudahnya untuk melupakan perasaannya kelak. Taksi merayap dalam kemacetan menuju ke lokasi. Angelica sangat bersyukur, New York tengah padat-padanya di hari minggu ini. Setidaknya dia bisa mengulur waktu sedikit lebih lama untuk bertemu dengan Emma, terutama Adam. Tanpa terasa air matanya menetes. Buru-buru dia hapus. Dia harus tegar. Acara hanya akan memakan wak

