Rasanya seperti pulang ke rumah. Bibir yang tengah dia cium ini jauh memabukan daripada Gin yang dia minum beberapa saat lalu. Aroma parfum Strawberry kesukaan Angelica terasa familier. Adam merindukan wanita ini. Bukan hanya seks, tapi semua hal yang ada dalam diri Angelica. Ketika merasakan ciumannya berbalas, Adam seperti mendapatkan sebuah lampu hijau. Refleks, dia melingkarkan tangan pada pinggul Angelica. Pelan-pelan memindahkan wanita itu dari sofa ke atas pangkuannya. Kemudian menempelkan badan mereka semakin erat. Lambat-lambat Adam menaikan intensitas ciuman mereka. Tangan Adam mulai merambati punggung Angelica. Perlahan naik dan naik lalu menenggelamkan jemarinya di dalam rambut selembut sutra ini. Sensasi yang diciptakan berhasil melonjakkan gairahnya. Adam membutuhkan pelepa

