Setengah jam, waktu yang terlalu lama hanya untuk membereskan sesuatu dalam kamar mandi kamar Adam. Bagaimana tidak, baru juga dia menutup pintu, air matanya meledak. Seperti bom waktu, Angelica menunggu waktu yang tepat untuk melepaskannya. Hatinya hancur berserakan. Matanya bahkan merah sekali. Hubungannya kandas karena orang yang dia cintai akan menikahi orang lain. Sedihnya, pria itu tak berusaha mempertahankan apa yang mereka miliki. Menerima mentah-mentah pertunangan yang akan dilasungkan entah kapan. Matanya mengendar pandang ke seisi ruangan. Sejak kepulangan mereka dari Seattle beberapa hari lalu, pelan-pelan keduanya membagi banyak hal. Di ruang ganti, ada baju-baju Angelica yang mulai mengisi satu lemari penuh. Di kamar mandi pun mereka juga membagi ruang. Di sisi kanan adalah

