Sesaat Angelica termenung di balik meja kerjanya. Jemarinya merambat lambat di atas permukaan bibirnya. Pikiran wanita itu berkelana ke beberapa jam sebelumnya. Tepatnya saat Adam muncul di kantor pagi ini. Tiba-tiba Adam pulang tanpa pemberitahuan. Penampilannya tampak luar biasa seperti biasanya; dalam balutan pakaian kerja serba hitam serta rambut klimis yang semakin membuat pria itu terlihat profesional. Namun ada yang berbeda. Sorot mata bosnya itu terlihat asing. Beberapa kali Angelica mencoba untuk menatap mata Adam, tapi berkali-kali pula pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Setidaknya, bos yang dia cintai itu tidak menolak sebuah ciuman selamat datang yang Angelica berikan. Padahal, dia sangat merindukan bosnya itu. Sudah dua hari ini mereka tak berjumpa. Satu-satuny

