#22 - Sorrow

1724 Kata

“SATU BULAN DAN KALIAN BELUM MENEMUKANNYA?” Adam berteriak kencang. Menggema ke seantero ruang kantor. “Maafkan kami, Bos.” Dan hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh detektif sewaannya. Seketika Adam meraih setumpuk kertas di meja kemudian dengan kencang dilemparnya benda itu ke arah pria di sebrangnya. Beban benda yang terlalu berat menjadikan kertas-kertas malah jatuh tak berguna ke lantai. Menambah kekesalan karena gagal menyakiti lawan bicaranya. Amarah menguasai Adam. Kegilaannya semakin menjadi-jadi saat informasi mengenai Angelica semakin kabur setiap harinya. Laporan mingguan yang baru dia dapatkan hanya berpusat mengenai pencarian di area baru. Seolah-olah wanita itu menghilang dan lenyap ditelan bumi hingga sukar ditemukan. “Kalian tidak becus!” maki Adam dan kali ini di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN