"Sudah-sudah, cukup basa-basinya. Sekarang tunjukan desain khusus yang sudah kamu buat, biar si Darah ini yang memilih." Shaga menghentikan obrolan basa-basi mereka, tapi malah mendapatkan tatapan tajam dari Aldara. "Iya, Aldara maksudnya." Shaga meralat panggilannya karena tatapan Aldara yang seolah ingin menikam jantungnya. "Hahaha, jadi namamu diplesetin? Kamu mau tau panggilan dia dari teman-teman kuliah sesama warga Indonesia?" tanya Siska pada Aldara. "Berhenti Siska, aku benar-benar akan menjadikanmu romusha kalau sampai kamu mengatakannya." Shaga dengan cepat menghentikan Siska membongkar rahasianya. "Apa julukannya? Ayo katakan, Mbak Siska." Aldara mendesak Siska, tapi langsung mendapatkan gelengan dari Siska. "Aku belum siap menjadi pekerja romusha, Aldara. Nanti saja aku ka

