"Kamu ngomong apa sih, Mas. Bisa-bisanya kamu bicara itu setelah apa yang aku lakukan selama ini, apa dalam hidupmu pernikah itu hanya soal memenuhi hasrat biologis saja? Apa tidak ada hal lain yang lebih penting, lalu kamu mau biarin Aura tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu?" tanya Aldara mulai terpancing emosi. "Ini bukan hanya soal itu, tapi dalam pernikahan ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Bukankah ini bukan hanya pernikahan main-main, yang harus ada peran ibu, ayah dan anak. Jika kamu ingin kita menjadi keluarga yang sesungguhnya, kamu harus mulai berubah. Jika tidak terpaksa aku cari ibu lain untuk Aura, selagi dia masih kecil dan belum terlalu paham. Supaya tidak ada yang terluka kemudian hari, karena saat ini jujur akulah yang terluka. Aku seperti pajangan saja rasanya

