Mereka pun makan malam, Aura ikut duduk di kursi khusus untuknya. Saat ini dia sedang menikmati buah, setelah tadi menghabiskan makan malamnya. Dia akan selalu duduk bersama yang lainnya, saat semuanya sedang makan malam. Shaga tidak banyak bicara selain bicara pada Aura, sementara Aldara bingung harus memulai percakapan. Hatinya merasa ada yang janggal dari sikap Shaga, kekhawatirannya saat ini adalah tentang keinginan Shaga yang ingin mengajaknya bicara berdua. Entah kenapa Aldara seperti bisa menduga, apa yang hendak Shaga bicarakan. "Aku akan tetap menolak, aku belum siap dan dia harus menepati janjinya. Awas saja kalau berani mengancamku lagi," gerutu Aldara dalam hatinya. "Udah habis buahnya, Nak. Ayo sini kita bersihkan tangannya," ucap Aldara dan menggendong Aura untuk ke wastaf

