Makan Malam

1136 Kata

"Byuuurrr." Minuman yang sempat membasahi tenggorokan Indri mendadak keluar. Tumpah di bagian pakaian depan dan jilbabnya. Ia tersedak gara-gara mendengar ucapan lelaki yang selalu mengatur melebihi seorang bapak kepada anaknya. "Astaga." Kalau minum hati-hati!" Lelaki di sampingnya itu menggerutu. Indri hanya bisa terdiam sambil mengelap bajunya yang basah dengan tisu. Sungguh, sebenarnya dia malu dan ingin menjawab pernyataan lelaki itu untuk menolaknya. Akan tetapi, untuk saat ini ia membutuhkan banyak dana agar urusan persidangan segera kelar. Indri yang sejak tadi murung karena merasa dimarahi terus oleh bos-nya itu sudah malas berbicara. Namun, ternyata ia tak dapat mencegah lisannya mengatup rapat. Perhatiannya beralih pada sebuah gedung besar menjulang tinggi. "Kok, kita mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN