"Kak!!" Cicit Rachel menubruk tubuh Rendi, memeluk lelaki itu sembari menangis. Sudah tidak dia perdulikan lagi bajunya akan menempel dengan baju Rendi yang terkena noda dari tumpahan kopi. Saat ini, dia butuh sandaran. Sakit hatinya saat melihat bagaimana calon suaminya mencumbu perempuan lain. "Kenapa?" tanya Rendi bingung. Tangan dia menggantung saat akan membalas pelukan gadis yang tengah mendekapnya sembari menangis. "A-bang ja-hat" jawab Rachel dengan terbata karena tangisnya. Tak tega rasanya mendengar Rachel menagis. Rendi mencoba menenangkan gadis yang masih mendekapnya dengan mengelus bahu Rachel. Hingga tubuhnya tersentak kala seseorang memaksa melepaskan pelukan tersebut dengan kasar. "Apa-apaan kalian ini" sentak Arka menatap wajah Rachel dengan tajam. Rachel menatap Ar

