Dua Puluh

1549 Kata

Arka mengacak-acak rambutnya kesal, bahkan dia juga beberapa kali mengusap wajahnya frustasi. Bagaimana bisa dia menjelaskan tentang penyakitnya. Sedangkan dia sama sekali belum menjadwalkan ulang bertemu dengan Dokter yang menanganinya. Tanpa berpamitan Arka langsung meninggalkan gadis yang masih betah dengan diamnya. Masuk ke dalam mobil miliknya melesat pergi meninggalkan area taman dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat. Arka bertekad untuk sembuh setelah beberapa kali menunda jadwal bertemu dengan Dokter yang mana Dokter tersebut adalah sahabat baiknya dan juga merupakan sepupu dari Rendi. Panggilan pertama di abaikan oleh seseorang disebrangnya. Akhirnya panggilan yang ke tiga Dokter Aulia mengangkatnya. "Lama banget sih angkatnya" "Pasien aku bukan kamu aja" "Ya baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN