Sinar matahari yang masuk lewat celah-celah gorden membuat tidur Rachel terganggu. Beberapa kali dia menghalau sinar itu dengan menutupi wajahnya menggunakan selimut. Tapi sinar yang masuk malah semakin terasa untuknya. Samar-samar dia mendengar suara gorden yang tersibak lebar. Gadis itu sedikit mendengkus, merasa terganggu dengan itu. "Anak gadis sudah mau bersuami bangunnya masih siang saja!" Resti membuka jendela lebar-lebar agar udara bisa bergantian masuk. "Aku masih ngantuk, Bun. Dan ini kan hari minggu." Rachel menutup kembali seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebalnya. "Sana bersiap, Abang sudah menunggu dibawah. Kalian harus fiting baju hari ini. Bunda sudah janji dengan tante Melly." "Memang pernikahannya jadi, Bun... aww!" mengelus bokongnya yang di pukul pelan oleh sang

