Tiga Puluh Dua

1182 Kata

Rachel tidak menyusul Arka. Yang saat ini dia butuh kan hanya memejamkan mata dan beristirahat. Rachel membiarkan keadaan untuk sementara waktu seperti ini dulu. Sampai keadaannya sedikit bisa lebih tenang, baru dia akan kembali berbicara dan menanyakan apa yang menjadi keinginan dari suaminya. Mencoba untuk terus memejamkan mata. Tapi semua tidak sesuai dengan niat nya. Air mata itu terus tumpah mengenai bantal yang saat itu dia gunakan, seiring tubuh nya yang semakin bergetar. Tak mau terdengar suara tangis nya sampai keluar, dia menutup mulut menggunakan ke dua tangan. "Sakit..." Menepuk d**a beberapa kali yang terasa sesak di sana. Karena, merasa dirinya kalah kuat di banding Niken, yang selama bertahun-tahun ada di sisi suaminya dan tahu tentang keadaan lelaki itu. Rachel sudah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN