Rachel menyusul Arka dengan penampilan yang sudah berantakan. Gadis itu mencekal pergelangan tangan Arka. Menatap pada iris mata tajam milik lelaki itu. "Kenapa kamu suruh aku menjauh? Sedangkan dia yang nggak punya ikatan apapun bebas berkeliaran terus berada disisimu?" sambungnya yang kini mereka berada di ruang tengah. "Cuma dia yang bisa mengerti aku!" "Kenapa harus dia? Aku pun bisa ngertiin apa yang kamu butuhkan. Ayo aku bisa. Kita akan mencobanya." Dengan tubuh yang masih bergetar Rachel menantang dengan terus mendekat tanpa berjarak. "Jangan pernah memancingku! Pergi!! Aku ini monster yang bisa kapan pun membunuhmu!!" Teriak Arka yang suara menggelegar di seluruh penjuru ruangan. Saat ini dia sedang mencoba meredam emosi nya. Tapi Rachel terus saja memancingnya. "Aku nggak per

