Bab 2. Jadi Istri Pura-pura

1183 Kata
Axel kesulitan menelan ludahnya saat tubuh seksi Cherry menunggang di atas tubuhnya dan siap melakukan permainan yang lebih panas. Bahkan sebagai lelaki normal, juniornya telah bereaksi dan mengeras meminta penyaluran. Namun, Axel segera tersadar tentang tujuan utamanya datang ke tempat itu. Seketika dia mendorong tubuh Cherry. "Ada apa, Om?" tanya Cherry kecewa saat Axel mendorong tubuhnya. Gadis Itu tampak kesal karena Axel menolaknya. Lelaki Tampan itu duduk di tepi ranjang membelakangi Cherry sembari mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan. Namun Cherry sangat tahu kalau saat ini Axel sedang menahan hasratnya. "Apa sih maksudnya dia? Kenapa dia menolak coba? Padahal aku tahu dia sangat ingin menikmati tubuhku," batin Cherry kesal. Gadis itu kecewa karena Axel menyudahi begitu saja permainan mereka, padahal baru mulai. Yang bikin Cherry tambah kesal adalah karena dirinya sudah sangat bernafsu karena sentuhan-sentuhan Axel. Bagai diangkat tinggi-tinggi, lalu dihempaskan begitu saja. "Pakai kembali bajumu!" titah Axel tanpa menoleh ke arah Cherry. Lelaki itu berusaha menahan nafsu birahi yang sudah memuncak karena godaan tubuh seksi Cherry. "Apa, Om? Kita nggak jadi--" "Nggak! Cepat pakai kembali bajumu!" potong Axel mulai emosi karena Cherry tidak juga segera memakai baju-bajunya. "Tapi kenapa, Om? Apa pelayananku kurang baik? Tubuh aku kurang seksi atau--" "Cuķup! Cepat pakai bajumu!" Kembali Axel memotong ucapan Cherry. Dengan perasaan kesal gadis itu memunguti baju-bajunya dan memakainya kembali. "Om tidak suka sama aku, ya? Aku kurang cantik, kurang seksi atau pelayananku yang kurang memuaskan? Please, Om. Jangan bilang Mami kalau Om tidak puas sama pelayananku. Mami gak bakal ngasih uangku kalau pelanggannya nggak puas. Aku butuh uang, Om," ucap Cherry setelah memakai bajunya kembali. Axel menoleh ke arah gadis belia itu, lalu memakai kembali kemejanya yang sudah dilepas paksa oleh Cherry. Hatinya miris mendengar permintaan Cherry. Ternyata masih banyak kehidupan di luar sana yang belum dia ketahui. Kerasnya kehidupan zaman sekarang membuat orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. "Kamu butuh uang? Untuk apa? Kamu kan masih muda, ke mana orang tuamu? Harusnya mereka bertanggung jawab atas kehidupanmu." Mendengar pertanyaan Axel, Cherry malah menangis membuat lelaki tampan itu bingung. "Hei, kamu kenapa menangis? Aku salah ngomong, ya?" Cherry hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Axel. "Sudah berapa lama kamu jual diri? Kamu masih muda dan cantik kamu bisa cari kerjaan yang lebih baik." Ucapan Axel malah membuat Cherry marah. "Kenapa Om mengintrogasi aku seperti ini? Memangnya Om polisi? Kalau nggak puas sama aku, ya sudah. Aku mau pergi. Lebih baik aku cari pelanggan lagi, supaya bisa pegang uang malam ini," ucap Cherry sembari beranjak dari ranjang meninggalkan Axel. Namun, lelaki tampan itu mencegah dengan mencekal pergelangan tangan si kupu-kupu malam. "Aku sudah booking kamu semalam. Jadi, kamu nggak boleh pergi!" ucap Axel sambil cengkeram pergelangan tangan Cherry. "Bukannya Om tidak mau main sama aku? Jadi, buat apa aku di sini? Mending aku jadi pelanggan lain yang bisa kasih aku uang." Cherry melepas tangan Axel, lalu hendak beranjak pergi. "Aku bisa kasih kamu uang. Berapapun yang kamu butuhkan," ucap Axel membuat Cherry menghentikan langkah dan langsung menoleh. Gadis itu membulatkan kedua matanya dan menatap Axel dengan perasaan ragu. "Om serius?" "Tentu saja aku serius." "Tapi apa imbalannya? Om tidak mau aku puaskan, lalu untuk apa Om bayar aku?" "Aku mau kamu berhenti jual diri dan menikah denganku." Ucapan Axel membuat Cherry terkejut. "Apa? Menikah? Apa ini maksudnya Om melamarku?" Cherry melebarkan kedua matanya serta menepuk sebelah pipinya untuk memastikan kalau dirinya sedang tidak bermimpi. Yang benar saja. Seorang lelaki tampan, mapan, banyak duit dengan tiba-tiba ngajakin dia menikah tanpa kenalan, pacaran atau taarufan. Apa dia sekarang sedang mendapatkan rezeki Durian Runtuh? Di saat hidup lagi capek-capeknya, sang papa ketangkap KPK, semua aset dan kekayaan keluarga disita, sedangkan mamanya harus membanting tulang untuk membiayai kehidupannya, tiba-tiba ada pangeran tampan yang tanpa ada angin tanpa ada hujan melamar dan mengajaknya menikah. Nikmat mana yang kamu dustakan? "Iya, aku melamarmu. Hanya sebagai istri pura-pura." Jawaban Axel membuat Cherry syok. Gadis itu seolah dibuat melayang setinggi langit, tetapi kemudian dihempaskan begitu saja. "Istri pura-pura? Emang ada istri pura-pura dan pernikahan pura-pura?" tanyanya kesal. Kenyataan ternyata tidak sesuai dengan bayangannya. Cherry sudah sangat senang saat mendengar Axel melamarnya. Itu berarti, dia akan jadi istri seorang Ceo pemilik perusahaan besar. Namun, ternyata hanya istri pura-pura. "Jadi begini, Papa aku sedang sakit keras dan mungkin hidupnya tidak akan lama lagi. Papa minta aku untuk menikah sebelum dia pergi. Masalahnya aku tidak punya pacar. Jadi, aku minta kamu untuk pura-pura jadi istriku, hanya sampai Papa pergi. Aku ingin di sisa umurnya, Papa bahagia melihat aku sudah menemukan wanita yang aku cinta. Kamu tidak usah khawatir, aku akan membayarmu. Kamu minta berapa? Tinggal sebutkan. Anggap saja kamu kerja padaku. Kamu tidak perlu menjual diri lagi mencari pelanggan setiap malam karena aku akan membayarmu." "Tunggu, Om! Aku nggak percaya kalau Om yang setampan dan sekeren ini tidak punya pacar." "Terserah kalau kamu tidak percaya, tetapi aku memang tidak punya pacar. Kalau orang yang mengaku pacarku banyak, tetapi aku nggak suka." "Jadi Om jomblo, nih? Aku boleh--" "Kamu jangan coba-coba suka sama aku, kalau tidak ingin sakit hati. Kamu bekerja profesional saja. Jangan pakai hati dan perasaan. Kita menikah secara resmi, tetapi tidak menjadi suami istri yang sebenarnya. Jika Papa aku meninggal, kita bercerai. Kamu tidak usah khawatir. Kalau tugas kamu sudah selesai nanti, aku akan membayarmu lebih banyak karena aku telah membeli status kamu dari gadis menjadi janda. Kamu boleh bertanya jika ada yang belum kamu mengerti." "Kalau begitu, tugas aku apa setelah menikah dengan Om?" "Kamu cukup pura-pura jadi istri di depan keluargaku. Ada Mama dan saudara tiriku serta Papa yang sedang sakit. Kamu harus meyakinkan mereka kalau kamu benar-benar istriku. Tidak ada aktivitas ranjang dan jangan coba-coba menggodaku?" ancam Axel membuat Cherry kesal. "Sok jual mahal banget nih cowok. Gayanya saja nggak butuh sentuhan, padahal sebenarnya dia menahan diri setengah mati. Dia pikir aku nggak tahu kalau sebenarnya tadi dia sudah bernafsu. Aku malah semakin tertantang buat godain kamu, Om. Jangan sebut aku Cherry kalau aku tidak bisa menaklukan kamu," batin Cherry. "Bagaimana? Kamu mau, kan?" Pertanyaan Axel membuyarkan tawanan Cherry. "Baiklah, aku terima tawaran Om." "Oke. Mulai malam ini aku ingin kamu berhenti bekerja jual diri dan kita akan segera menikah." "Tapi, Om. Bagaimana dengan Mami? Dia tidak akan mengijinin aku keluar begitu saja dari pekerjaan ini. Teman aku bilang, sekali kita bekerja sama Mami, kita akan terikat selamanya." "Kamu tidak perlu memusingkan tentang g***o itu. Aku sudah membelimu darinya. Jadi, sekarang kamu bebas. Oh, ya. Nama kamu Cherry, kan? Aku Axel." "Itu bukan namaku yang sebenarnya, Om. Nama itu pemberian Mami. Namaku sebenarnya Zea." "Baiklah aku panggil kamu Zea saja. Sekarang kamu bukan lagi kupu-kupu malam. Ayo aku antar kamu pulang untuk ketemu sama orang tua kamu. Bilang saja pada mereka kalau kita sudah kenal lama dan kamu mencintai aku agar orang tuamu mengizinkan dan kita bisa segera menikah." "Baik, Om." Cherry atau Zea tidak tahu harus sedih atau bahagia dengan kejadian ini. Yang jelas, keperawanannya malam ini telah diselamatkan oleh Axel. Meski telah membookingnya, lelaki itu tidak menyentuhnya dan bahkan menawarkan pernikahan. "Kalau rezeki tidak akan kemana. Aku akan buat Om benar-benar menjadikanku istri yang sebenarnya," tekad Zea dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN