Sisil mendengkus, wanita itu mengetuk-ngetukkan kakinya di bawah meja saking bosannya. Berkali-kali wanita itu menghela napas kesalnya. Kenapa acara seperti ini begitu membosankan tanpa adanya hiburan-hiburan yang dapat menyegarkan pikirannya? Entah sudah berapa kali dirinya menguap ketika kebosanan mulai menyergapnya. Dirinya sampai bingung hendak membuka aplikasi apa lagi di ponsel seharga satu unit motor terbaru tersebut. Cecilia Fanyandra Corlyn menutup segala aplikasi yang semula dia buka, kemudian mengunci ponselnya untuk dia masukkan kembali ke dalam tasnya. Sisil mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang mungkin dapat mengurangi kebosanannya. Teruntuk makanan ataupun minuman, rasanya Sisil tidak berminat mencicipinya. Sisil menekuk wajahnya muram, sedangkan lelaki di samping

