Hampir setengah jam lamanya, lelaki yang mengakui dirinya sebagai kekasih Sisil dan menjadi pemilik dari anak keturunan perusahaan Corlyn Company menatap pintu kamar resort wanitanya dengan tatapan penuh penyesalan. Beberapa kali Nata menggedor kencang pintu resort Sisil, kemudian berteriak seperti orang gila tanpa memedulikan tatapan beberapa pengunjung resort lainnya yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Saat ini yang Nata pikirkan dan khawatirkan adalah keadaan wanitanya usai semalam Nata kehilangan kewarasan atas dirinya sampai berani melakukan hal be-jat dan biadab tiada perasaan kepada wanita yang selama ini dia idam-idamkan. Belum sirna kesalahpahaman tentang Karina yang mengaku sebagai tunangannya di depan banyak orang, kini perihal keteledoran Nata karena tidak mampu mengontr

