‘Kau hanya milikku, sekarang, dan selamanya.’ ‘Tidak ada yang boleh merenggut dirimu dariku. Kau milikku Cecilia!’ Dua kalimat terus saja berkeliaran di kepala wanita cantik itu. Tatapannya datar, penuh nestapa di setiap hembusan napasnya. Sisil, wanita itu memejamkan matanya. Di saat itu pula lah sebuah tangan kekar melingkar di perut polosnya. Bulir air mata kembali berderai tanpa mampu Sisil tahan. Rasanya Sisil ingin berteriak, memaki, memukul, dan juga menyingkirkan semua lelaki pembawa masalah di dalam hidupnya. Kecemburan pada malam ini telah menghancurkan segalanya. Wanita itu harus membayar mahal atas kecemburuan yang hadir di dalam hati lelaki bernama Adinata Dirga Pratama. Kecemburuan Nata malah dia bayar dengan kesuciannya sebagai seorang gadis. Mengapa Sisil harus mengalami

