Sudah hampir gelap ketika pintu kamar terbuka. Kakek masuk sambil menenteng tas diikuti seseorang yang tersenyum lebar, " Halo Nay...... sini aku cubit dulu pipimu sebelum aku harus sedikit sopan pada kakak ipar" " Kak Andra.... kapan datang?“ " Barusan." keduanya berpelukan, " Untung bisa ngurus cuti mendadak. Padahal pas nikahku sendiri malah lebih ribet ngurus cutinya." " Tergantung amal calon pengantinnya kali kak." ledek Naya. Tertawa ketika perempuan cantik itu melepas pelukannya. " Dasar... " " Awww... sakit tahu." Teriak Naya, mengusap hidungnya yang memerah. " Andra.... sopan dikit ama kakak ipar." Riska dan Winda menarik nafas melihat sosok mirip Narend dengan finishing yang lebih kinclong masuk dengan satu tangan di saku celananya. " Belum.... besok baru kita harus so

