Nasehat Nenek

686 Kata

Naya duduk disamping neneknya sambil mengusap lembut tangan yang sempat membengkak karena jarum infus. Tersenyum menatap wajah neneknya terlihat segar, tidak sepucat saat ia baru saja datang. “ Apa senyum senyum? “ “ Nay senang lihat nenek gak pucat lagi. Kalau nurut sama dokter Minto kan aman… “ “ Nenek sehat melihatmu senang Nay… . Walaupun mungkin kamu belum sepenuhnya siap. “ Naya cemberut, “ Sebenarnya akan lebih tenang Nay mempersiapkannya kalau nenek sudah selesai… “ Tangan nenek memukulnya pelan, “ Cerewet. Apa kamu takut konsepnya gak sesuai keinginanmu “ Naya menggeleng, “ Dari dulu kan nenek tahu Nay ingin menikah secara sederhana, hanya orang orang terdekat dan… dirumah tua kita. “ “ Kamu sudah berulangkali mengatakan nya, Nenek rasa Hendry dan Narend tahu apa yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN