Acara Keluarga

320 Kata
Naya duduk disamping Tante Mirna, menatap jalanan yang sedikit macet siang ini. “ Lancar bisnismu, Nay ?” “ Lumayanlah om.” “ Kapan kamu selesai kuliah ?” “ Kalau lancar akhir semester ini.” “ Lalu rencanamu apa ?” Naya terdiam sejenak ,” Entahlah …. yang jelas untuk sementara gak perlu bingung cari kerja. Toko dan kerjaan lepas cukup.” “ Tawaran beasiswa untuk kuliah lagi ?” sela Narend. “ Kok tahu ? Uhm … Pak Bimo ya ….” Narend mengguman. “ Entahlah …. Prof Arini mintanya begitu.” “ Kalau melanjutkan mau kemana ?” Naya tertawa ,” Prof Arini mintanya disini, sekalian bantuin penelitian dan ngajar.” “ Gak tertarik ?” sela Tante Mirna ,” Gak antusias begitu. Kata Bimo kamu juga belum mengiyakan.” Naya tersenyum malas ,” Masih males ke kampus, te ….” Narend tersenyum geli, dan memasukkan mobil ke pekarangan luas rumah uwaknya yang sudah terlihat ramai, termasuk mobil Bimo disana ,” Ayo …" diraihnya bahu Naya yang berdiri disamping mobil. “ Ngapain ikut sih ?” “ Kamu pikir kenapa ?” Naya menggeleng sambil menggerakkan bahunya. “ Bener gak tahu ? Atau gak mau tahu ?” “ Apa sih ?” desis Naya kesal melihat senyum jahil lelaki disampingnya. “ Uwak …..” Narend memeluk perempuan yang baru saja melepas pelukan mamanya ,” Sehat ?” “ Sehat …. kamu ini ya, nunggu papa mamamu datang baru nengokin uwak.” Nared nyengir ,” Maaf …" “ Ini siapa ?” “ Ehm … ini Naya.” diraihnya bahu Naya ,” Nay … ini uwak, kakak mama.” Naya memberi salam, terkejut saat perempuan dengan rambut yang sudah memutih itu menariknya dan memeluk hangat. “ Akhirnya …..” Naya menjauhkan tubuh, menatap bingung. Narend menghela nafas sambil menggaruk kepalanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN