Bab.18 Kau Adalah Pewaris

1358 Kata

Elara menatap ayahnya lama, meresapi kata-kata yang baru saja terdengar. Di matanya tergambar sebuah pertarungan antara keinginan untuk percaya dan ketakutan akan pengkhianatan yang selama ini ia rasakan. Di gudang yang berbau oli dan debu itu, suara napas mereka menjadi satu-satunya penjaga keheningan. “Ayah,” Elara berkata pelan, suaranya serak tetapi tegas. “Kalau Ayah sudah tahu, kenapa Ayah membiarkan semuanya berjalan sampai seperti ini? Mengapa Ayah tidak menghentikannya saat masih bisa?” Adipati menunduk, bayangan penyesalan menoreh di wajahnya. “Karena Ayah takut El. Takut kalau kebenaran itu malah menghancurkanmu. Ayah pikir ayah bisa mengendalikan semuanya, menjaga jarak antara kamu dan bahaya. Tapi Ayah salah. Ayah terlalu lama bersembunyi di balik alasan, sehingga bahaya itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN