“Tenang aja, masih ada gue di sini.” Joshua lalu keluar dari lift, diikuti Darryl. Jika biasanya bos yang berjalan duluan, tapi itu tidak berlaku pada Joshua. Di matanya, Darryl tetap saja Darryl, sahabatnya. Mereka berdua masuk di ruangan masing-masing, tumben Joshua tidak ke ruangan bosnya dulu. Darryl pun mulai memeriksa dokumen yang bertumpuk di atas mejanya, membuat kepalanya tiba-tiba saja menjadi pening. Tak lama, sekretaris Rhea masuk. “Exuce me, Sir.” “The meeting will begin soon.” (Rapatnya akan segera dimulai.) Darryl mengangguk, ia lalu berdiri. Berjalan menuju ruang meeting. Di sana sudah ada beberapa yang hadir dari perwakilan divisi masing-masing. Banyak karyawan baru, sehingga Darryl harus melihat seberapa besar kemampuan mereka. Semua berdiri serta membungkuk sedik

