Bab 4 : Yeonjun Gila

776 Kata
Gue melepas dengan segera pelukan erat yang Yeonjun berikan. Bukannya apa? Gue cuma rada sesek aja pas dipeluk seerat itu sama dia. "Kak, Maafin aku kak sumpah aku gak sengaja, Tapi aku mau seneng akhirnya aku jadi hot daddy." Gue menatap tak percaya kearah dia. "Hot daddy apaan? You masih young tau gak." Balas Somi, Yeonjun sepertinya tidak memperindah ucapan Somi. Gue menatap dengan keheranan, Ni anak habis mabok soju apa mabok teokkbeoki? Perasaan seharusnya dia bilang, "Maaf kak aku gak bisa tanggung jawab, Aku masih sekolah." Lah ini malah diluar dugaan gue. "Aku akan bilangin hal ini ke Daddy sama papa. Aku seneng banget, Kalau perlu besok kita nikah." Ujar Yeonjun semangat 45. Yang bikin gue Heran ni anak maunya apa sih? Bener-bener diluar dugaan gue, Apalagi Yeonjun punya senyum mengembang yang indah banget kalau dipandang. "Oh iya kak, Ini aku beliin testpack." Gue mengernyit melihat sekantung plastik kecil berisi beberapa kotak testpack. "What? Untuk apa? Kan udah ketahuan kalau sekarang Hana lagi hamil." Baru aja mau gue tanya, Si Somi udah duluan mewakilkan. Yeonjun malah cengengesan, "Aku pengen kaya di drama-drama gitu kak. Kak Hana nyodorin testpacknya dan senyum bahagia pas lihat dua garis merah." Somi sama Gue sontak ketawa dengernya. "Gak perlu testpackan kalau udah ketahuan ada dedeknya mah, Udah kamu kembaliin aja sana keapotek." Yeonjun nampak cemberut, "Barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi." Mau gak mau gue nurutin apa kemauan Yeonjun. "Sini testpacknya!" Gue merebut paksa kantong kresek yang berisi testpack tadi. Mata pemuda itu seketika berbinar saat gue mencoba turun dari ranjang. "Awas! Hati-hati ada Yeonjun kecil didalam sana kak." Peringat Yeonjun yang langsung memapah gue hingga depan toilet, Gue menghela nafas saat tangan yang digunakan untuk memapah gue masih pada posisi semula. "Lepasin, Lo mau ngikutin gue nyoba ni testpack?" Yeonjun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Kemudian melepaskan tangan gue perlahan. Gue duduk tenang didalam kamar mandi tepatnya diatas toilet duduk. Sambil ngencingin benda pipih itu satu persatu. Setan Yeonjun malah nyuruh gue buat make semuanya. Yaudah akhirnya gue pake, gak nunggu waktu lama. Kelima testpack yang gue pake sudah menunjukan hasil yang luar biasa membuat gue terkejut. "Anjir! Beneran hamil dong." Gue keluar setelah mencuci bersih kelima testpack yang baru selesai gue gunakan. "Gimana kak?" Gue tersenyum simpul, sama persis dengan yang Yeonjun inginkan. "Positif." Jawab Gue sembari menyerahkan kelima testpack itu kepada Yeonjun. "Yes! Aduh kudu gue pajang ini mah." Gue menggeleng pelan mendengar ucapan dia yang terdengar gila. "Dipajang gigimu, Yang ada dibakar hidup-hidup kali lo kalau papa gue sampai tau." Gue balas dengan gumaman lalu kembali berbaring diatas ranjang. Katanya ibu hamil gak boleh terlalu banyak gerak. Padahal mah belum kerasa berat-beratnya, Namanya juga baru dua bulan kan? ### Somi berjalan mondar-mandir tepat didepan gue, Yang bikin gue pusing sendiri sama kelakuannya. Setengah jam yang lalu dia dapet telpon dari kak Soobin dan nanyain keberadaan gue sama dia. Somi mana berani bilang yang sebenarnya ke Soobin masalah gue hamil dan sekarang lagi dirawat dirumah sakit. Dia akhirnya bohong tentang gue dan bilang kalau sekarang kita lagi ke kampus buat konsultasi sama dosen. Gitu-gitu Somi pinter banget bikin alasan. Berbeda dengan Somi, Yeonjun malah menatap gue daritadi dengan senyumnya yang tampak begitu mengerikan kalau dilihat lebih dalam. "Ngapain sih lo!" Tukas gue yang emang gak suka kalau diliatin begitu, Udah kaya om om p*****l yang lagi nungguin mangsa, Padahal mah dia yang lebih muda dari gue. "Gak nyangka aja kakak bisa nampung benih aku." Ucapnya v****r, Yang bikin Somi ngakak dan gue menatapnya dengan raut wajah kesal. "Lo ngejek apa bersyukur?" Tanya Gue ke dia. Yeonjun menggeleng, "Aku bersyukur kok, Buktinya aku mau ngajak kakak ke altar cepet-cepet." Gue memutar bolamata malas mendengar ucapan Gila dari seorang Kim Yeonjun. Sialan ni anak emang! "Lo gak takut apa anak ini nantinya bakal ganggu sekolah lo?" Tanya Gue, Abisnya penasaran kenapa ni anak malah kelihatan semangat denger gue hamil anak dia. "Gak tuh, Lagian kan kakak udah kuliah terus kalau kuliah sambil bawa anak kan gak apa-apa? Kalau masalah aku kakak gak usah khawatir, Aku kan gak bawa anak." Jawabnya yang bikin gue tersenyum paksa dan membenarkannya. "Kak, Aku beritau Daddy sama mama sekarang ya? Aku udah gak sabar." Gue seketika melotot tajam kearah dia. "Apa heh!" Gue menolak dengan tegas, Enak aja gue belum siap kena omel satu keluarga. Padahal mah emang Yeonjun yang salah, Tapi sintingnya ini manusia malah gak ada takut-takutnya. "Please Yeonjun, Lo gak scarry apa kalau papa sama mamanya Hana sampai tau?" Nah apa yang gue mau tanyain udah ditanya duluan sama Somi. Aku kan jadi Like sama Somi... "Gak tuh kak, Aku malah pengen mereka cepet tau sama keberadaan cucu pertama mereka." Yeonjun malahh memberikan smirknya pada Gue. "Fix Han, Yeonjun kejedot!" Tukas Somu heboh. Gue sepertinya harus ekstra sabar kalau memang sebentar lagi gue mengganti marga jadi Kim karena nikah sama Yeonjun. Oh god! Kembalikan kewarasan Yeonjun!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN