"Han, Kak soobin nelfon gue mulu nih." Somi mengadu, Gue yang lagi asik makan apel disuapin Yeonjun, menoleh sekilas. Tumben banget tuh orang khawatir sama gue. Biasanya gue ilang sebulan dia mana peduli.
"Udah reject aja kenapa sih." Kesal gue.
Yeonjun daritadi gak berhenti buat ngupasin gue apel. Terus abis itu dia sengaja nyuapin gue.
"Stop, Gue mau bicara dulu jun." Ini orang juga bikin nambah kesel. Yeonjun senyum, "Gak baik marah-marah kak, Kasian anak aku nanti." Gue memutar bolamata malas.
"Apaansih."
"Kak, Aku bilang ke mama sama papa aja ya?" Ucapan Yeonjun sukses membuat gue kini menatapnya tajam.
Yeonjun malah cengengesan, "Gak apa-apa kan kak? Lagian--"
"Lo mau mati? Terus anak lo gak ada bapak gitu?" Potong gue dengan segera, Yeonjun menggeleng.
"Gak bakal mati kok, Paling masuk rumah sakit." Somi yang mendengarnya ikut bergidik, Dia sepertinya mikir, Yeonjun itu tipe lelaki nekat.
"Daripada disembunyiin? Semua bakal kebongkar lagi pada akhirnya kak." Terang Yeonjun.
Gue cukup tertegun, Tumben gue lihat Yeonjun seserius ini sama ucapannya. Dia kan masih remaja labil, Gue masih gak percaya sama ucapannya jadi rada percaya.
"Lo beneran gak apa-apa kalau nikah secepat ini?" Gue bertanya lagi sekali, memastikan apa Yeonjun punya rasa keberatan. Kalau memang ada, lebih baik kita gak usah nikah.
Yeonjun tersenyum, Matanya menyipit, "Iya kak, Gak apa-apa. Aku malah seneng lho, nikah sama kak Hana." Jawab Yeonjun mantap.
Somi menggeleng, "You udah lama like si Hana ya jun?" Tanya Somi, Yang ditanya malah malu sendiri. "Iya sih." Gumamnya yang bikin gue menatap tajam.
"Ih kak Soobin nelfon lagi!" Somi histeris melihat layar handphonenya yang menunjukan nomor Soobin. Yeonjun bangkit dari tempat duduknya lalu mengambil paksa telpon itu dari Somi.
Gue udah was-was, Dia pasti mau bilang sekarang sama kak Soobin. Aduh mati gue mati, Gue udah natap Yeonjun tajam, dan ngisyaratin supaya dia tetap diam.
Yeonjun malah senyum, Mana senyumannya bikin adem lagi, Eh? Gue segera menggeleng.
"Halo bang, Ini gue Yeonjun." Ucapan Yeonjun membuat Gue gemeter sendiri. Asli gue gak siap kalau Yeonjun bilang gue hamil, sekarang. Gue takut orangtua bakal kecewa berat.
Somi langsung meluk gue, "Kak Hana masuk rumah sakit bang." Tubuh gue makin gemeter, Gue takut banget sekarang.
"Iya, Bang lo kesini aja sekarang ajak papa sama mama." Ucap Yeonjun.
YEONJUN b*****t! Kenapa pake dibilang segala sih. Somi masih meluk gue kemudian menggeleng, "Nekat banget tuh anak." Ucapnya. Gue mengangguk membenarkan.
Setelah itu Yeonjun kembali menghampiri Gue yang masih pelukan sama Somi. "b*****t lo! Kenapa sih lo pake bilang segala!" Kesal gue yang langsung melepas pelukan Somi.
Chup!
Badan gue tiba-tiba kaku setelah mendadak dia kecup bibir gue singkat. "Apaansih Jun!" Somi langsung malingin muka karena terkejut.
"Ups!"
Yeonjun menggeleng, "Kak, Aku gak mau denger kakak ngomong kasar ya? Nanti anak kita denger." Ucap Yeonjun yang bikin hati gue mendadak jadi hangat.
"Tapi, emang kenyataan sih." Tambah Yeonjun yang bikin gue menatap tajam kearahnya.
"Jun, Lo emang bener-bener gak sayang nyawa ya!" Pekik gue.
Yeonjun mengendikan bahunya acuh, "Tenang aja kak, aku tetep sayang kok sama kakak. Nanti kalau jadi janda, setia ya sama aku." Gue menggertakan gigi saking kesalnya sama dia.
"Yeonjun, You talk yang not not deh!" Baru aja mau gue sumpahin, Somi udah duluan marahin dia.
Yeonjun malah cengegesan, Dia membawa tangan Gue untuk dia genggam. "Tenang aja kak, Aku mungkin bakal kena tonjok, tapi gak sampai mati kok. Kita memang harus secepatnya memberitahu Papa sama Mama. Kalau perlu malam ini juga aku minta Mami sama Daddy pulang."
Aduh, Hati gue menghangat, Yeonjun apaansih, kalau begini kan serasa gue yang bocah.
"Jun, You kok bikin i terharu sih?"
###
BUGH!
"KURANG AJAR LO!"
"KAK UDAH KAK!"
"b*****t!"
BUGH!
Gue udah nangis kenceng lihat kak Soobin nonjok Yeonjun. Sialan, si Yeonjun malah pasrah aja ditonjok sama Kak Soobin. Mama ikutan nangis sambil meluk gue.
Somi udah gak bisa berkata-kata, dia berdiri disamping papa Gue. Melihat kak Soobin yang kesetanan nonjok wajah Yeonjun.
"Gue gak sadar waktu itu bang, Maaf."
BUGH!
"Sadar gak sadar, Adek gue jadi hamil gara-gara lo!"
"Udah kak udah, please." Gue udah capek ngeliat kak Soobin nonjok muka Yeonjun sampai babak belur.
"Kenapa emangnya?! Dia udah hamilin lo han, Lo masih kuliah tau gak." Gue udah narik-narik ingus yang pengen keluar.
"Apa bedanya sama dia kak? Dia malah masih SMA." Soobin menghela nafas.
"Papa gak nyangka kalau kamu setega itu jun." Papa yang sedaritadi Diam, segera membuka suara.
"Maafin Yeonjun pa." Tukas Yeonjun, itu bocah masih sempet-sempetnya senyum, aneh emang.
"Mami sama Daddy kamu harus tau, Gimana udah kamu kasitau belum?" Tanya Papa sembari melipat tangan di d**a.
"Udah pa." Gue langsung melotot tajam kearah Yeonjun. Kapan tu anak ngasi tau orangtuanya? Gue kok baru tau sih?
"Katanya malam ini dia udah berangkat."
Cobaan apalagi ini astaga! Kenapa Yeonjun bisa senekat itu sih? Tu anak emang bikin gue takut sendiri.
"Kita gak bisa bicarain masalah pernikahan kalian sebelum kedua orangtua kamu datang." Yeonjun mengangguk paham, mendengar ucapan papa.
"Jadi, Hana beneran nikah sama Yeonjun pa?" Tanya Gue ke papa.
"Iyalah! Emangnya kamu mau anak kamu gak punya bapak?"
Gue menggeleng lalu bergidik ngeri, Gue gak bisa bayangin hal itu terjadi. Gak sengaja pandangan mata gue ketemu sama pandangan mata Yeonjun, Dia senyum kearah gue.
###
Maaf lama update wkwk ada kesalahan teknis. Tenang mulai hari ini aku rajin update kok, jangan lupa like, komennya ya