Semenjak pemberkatan yang dilakukan 3 jam lalu. Semua masih menjadi mimpi bagi gue. Apalagi saat ini seluruh keluarga hadir untuk menyaksikan pernikahan gue.
Pesta yang diadakan di ballroom hotel, tak membuat gue tampak senang sama sekali. Gue rasa, Yeonjun memperhatikan hal itu sedaritadi.
"Kak, Kenapa?" Yeonjun bertanya lirih.
Gue menggeleng lalu tersenyum, "Gak ada kok." Yeonjun masih ngerasa gak percaya.
"Jangan bohong kak, Aku bisa lihat kakak gak senang ya?" Tidak ada hal yang bisa membuat gue bohong.
Akhirnya gue ngangguk, Yeonjun tampak kecewa. "Kakak gak seneng ya nikah sama aku?" Gue menggeleng.
"Bukan begitu maksud gue, Cuma gak enak ya kalau nikah pakai gaun seberat ini." Balas gue, Yeonjun yang awalnya murung berubah ceria begitu mendengar ucapan gue.
"Mau aku bantu ganti?" Gue seketika melotot.
Yeonjun terkekeh, Gue menatapnya takjub. Gilak sih, Ganteng banget Yeonjun kalau pake tuxedo rapi begini. Gue akui, kalau gue pangling banget lihat dia sekarang.
Bayangin aja dia berdiri disamping gue, udah tingginya melebihi gue. Mana tuxedonya bener-bener rapi, dia terlihat semakin berwibawa.
"Selamat ya!" Somi tiba-tiba meluk gue, Ini anak gak kira-kira emang, gak tau apa gaun pengantin gue seberat emas berapa karat.
"Aduh gue terharu you cepet banget marriednya. Sama berondong lagi." Somi ngelirik kearah Yeonjun, yang langsung senyum kearah Somi.
Somi langsung histeris sendiri, "Anjir han, Yous husband very handsome." Gue cuma ngasi senyum terpaksa kearah dia.
"Enjoy disini ya kak." Ucap Yeonjun setelah Somi menghampirinya.
Tak terasa waktu terus berjalan, hingga akhirnya pesta selesai. Rata-rata tamu undangan yang hadir itu tamu orangtua kami. Heran juga sih, yang nikah siapa yang diundang siapa?
Ada beberapa temen kampus dan juga sohibnya Yeonjun yang datang. Ada temen cewek juga lagi, Kalau gak salah tadi namanya, Mina. Cantik ceweknya, Bohay lagi, Gue gak nyangka kalau Yeonjun bisa punya temen secantik itu.
"Gak laper kamu?" Gue menoleh kearah Kak Soobin yang bawa sepiring makanan. Gila sih, Banyak banget dia bawa.
Untung tamu-tamu udah pada pulang, Kalau belum, Gue gak tau bakal semalu apa gue lihat kak Soobin bawa makanan sebanyak itu.
"Yeonjun mana?" Tanya Dia.
"Lagi ketoilet." Jawab gue singkat.
Tanpa malu, Kak Soobin mengambil tempatnya Yeonjun dan duduk disana. Gue sih gak peduli, Tapi setelah Yeonjun balik, Ini yang bikin gue kesel setengah mati.
"Bang, Minggir dong." Tukas Yeonjun, Tu anak juga bukannya ngambil kursi lain malah ngusir kak Soobin yang lagi makan.
"Gak."
Yeonjun keliatan kesel, "Bang, tempet gue jangan diambil dong." Kak Soobin cuma noleh sekilas, terus lanjut makan. Emang manusia yang satu itu nafas aja ngeselin.
Karena gue kasian, Akhirnya gue bangkit dari tempat, "Udah jun, lo duduk aja disini." Tukas Gue.
Yeonjun malah geleng, "Gak jadi kak, mending kakak duduk aja, nanti aku ambil kursi yang satu lagi." Akhirnya Yeonjun yang ngalah. Udah tau tabiat kak Soobin emang gue tuh.
Setelah Yeonjun duduk, Kak Soobin malah bicara yang nggak-nggak. Gue jadi malu sendiri punya kakak kaya kak Soobin. Bisa direfund aja gak sih manusia modelan dia?
"Nanti malam keduanya ditunda dulu, Si Hana lagi hamil, gak lucu kalau dia hamil lagi." Sontak Yeonjun terkejut, Gue apalagi.
"Malam pertamanya kemana bang?" Gue menatap tajam kearah Yeonjun, "Kan udah, sampe Hana hamil." Jawab Kak Soobin.
"Kak Soobin!
###
Malam ini gue bener-bener gak bisa tidur. Padahal gue tau banget ini kamar siapa, Dan dikamar inilah hidup gue berubah drastis.
Gue menatap takut kearah pintu kamar mandi yang berhadapan langsung sama ranjang. Yeonjun lagi mandi di dalam sana, sementara gue udah mandi daritadi.
Entah kenapa gue kembali dilanda deg-degan. gue mau pura-pura tidur ajalah.
Ceklek!
Gue makin eratin selimut, Saat Yeonjun terasa menghampiri gue yang lagi baring diatas ranjang. Gue tau, Yeonjun pasti mau melakukan sesuatu yang gak-gak.
"Kak." Yeonjun cium telinga gue, atau cuma gue yang ngerasa begitu? Aduh gimana nih.
"Kak, Aku tau kakak belum tidur."
Gue berdecak kemudian membuka mata, Dan tepat didepan gue ada Yeonjun yang menatap intens kearah gue.
"Sayang banget ya waktu itu kita sama-sama gak sadar. Aku pengen ngulang boleh gak?" Gue segera melotot tajam dan dorong tubuh dia menjauh dari gue.
"Gak!"
Yeonjun malah ketawa. "Tapi aku maksa gimana dong?"
Sumpah!
Muka Yeonjun udah kaya om-om pedo, Gue jadi ragu. Jangan-jangan umur gue sama dia ketuker lagi.
"Apaan sih jun, Gue pindah kamar nih." Ancam gue yang udah siap-siap bangkit.
"Eits, gak boleh." Yeonjun malah semakin mendekat, Kedua tangannya sengaja memegang kepala ranjang.
"Mau kabur kemana hm?"
"YEONJUN ANJIR!" Mampus lo denger gue teriak.
Yeonjun langsung nutup kedua telinganya, Namun setelah itu dia malah terkekeh dan ngelus pipi gue.
"Apasih Jun, Lo lagi kebawa nafsu atau emang mau becandain gue!" Kesel gue.
Yeonjun ketawa, "Maaf kak, Ternyata lucu juga kak Hana kalau digoda."
"Gak lucu sumpah! Mending lo tidur dikamar sebelah gih." Yeonjun segera menggeleng.
"Gak, Aku udah nahan buat gak nerkam kakak, eh kakak malah nyuruh pergi darisini."
Yeonjun kembali mendekat, "Mau bagaimanapun juga, Kakak udah jadi istri aku." Bisiknya.
Yeonjun buka kimono mandinya, Anjir perutnya udah atletis gitu. Dia cuma pake boxer terus baring disamping gue.
Abis itu gue gak denger lagi suara apa-apa selain dengkuran halus. "Dia minum soju apa nggak sih tadi?" Gue mencoba mengingat, Siapa tau Yeonjun mabuk.
"Emang dasar suami ngeselin!"
###
Wkwkwk Jangan lupa like dan Komen ya kakak