Bab 7 : Tidur bareng

916 Kata
Di Korea selatan juga ada organisasi siswa yang mirip Osis, cuma gak terlalu ingat namanya apa. Yang jelas disana ada Ketua dan wakilnya juga. Gue baru tau Yeonjun mantan ketua osis disekolahnya, pantes dia kalau lelah langsung nyari gue buat cerita dan nginep dirumah. Gak nyangka aja, impian gue pengen pacaran sama ketua osis terwujud lewat Yeonjun. Gue menatap kearah Yeonjun yang baru aja pulang sekolah. Ada mama dan Somi yang nemenin gue sebelum Yeonjun pulang tadi. Mereka juga masih Disini, Apalagi mama yang bener-bener gak ninggalin gue. "Kamu ganti baju dulu sana." Titah mama pada Yeonjun, Dia mengangguk dengan segera lalu mengambil kaus oblong berwarna hitam dan celana jeansnya. "Pernikahan kalian udah ditetapkan, kemarin malam mama, papa, sama kedua orangtuanya Yeonjun udah sepakat. Sehari setelah keluarnya kamu dari rumah sakit, kita langsung pemberkatan." Gue mengangguk mendengar ucapan mama. "Setelah itu, Kamu tinggal dirumah Yeonjun." Gue kembali mengangguk, Ngapain sedih, toh juga rumahnya ada disamping rumah gue. "You ngangguk mulu han." Celetuk Somi yang lagi makan buah jeruk. "Terus gue harus bagaimana, Salto?" Mama menggeleng, gue nyengir. "Kebiasaan kamu diubah dikit dong, masa ngomong masih pake nonformal." Mama menarik hidung gue, membuat gue menampilkan wajah cemberut. "Udah kebiasaan ma, lagian kan kalau sama orangtua tetep sopan." Mama terkekeh. "Terus Yeonjun bagaimana? Dia tiga tahun dibawah kamu loh." Gue menggertakan gigi, karena bingung. "Gak apa-apa kok ma, Aku udah terbiasa sama ucapannya kak Hana." Celetuk Yeonjun yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Dih nguping." "Hana." Mama udah melirik tajam kearah Gue. Yeonjun mendekat kearah ranjang, Lalu duduk disamping gue. Somi menggeleng dikejauhan sana, "Udah mulai nih, Bucin emang." "Yeonjun, Maklumin Hana ya, kan kamu tau dia itu bagaimana?" Yeonjun senyum lalu mengangguk. "Tenang aja ma, Hana kalau sama aku aman kok." Gue menggeleng, "Apanya yang aman? Buktinya gue hamil." Gue lihat Yeonjun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Kamu sama dia mainnya berapa kali sih?" Tanya mama penasaran, "Ma, Astaga kenapa nanya kaya gitu?" Gue gak habis pikir sama mama, Ada yang mau tukeran mama gak? Yeonjun terkekeh, "Baru sekali ma, Langsung jadi." Sialan, Yeonjun malah jawab lagi. Mama menggeleng, "Itu artinya kamu subur, terima aja apa yang udah dikasi, apalagi anak." Gue ngangguk. "Aku emang terima kok ma, cuma Yeon--" "Eh, Apa? Aku seneng malah dapet kebar kakak hamil anak aku." Potong Yeonjun dengan segera. Gue mendengus sebal, belum selesai ngomong udah keduluan dipotong sama Yeonjun, "Cuma lo doang yang lebay!" Yeonjun terkekeh melihat gue marah. "Udah han, You jangan angry-angry nanti anak you keluar jadi angry bird." Yeonjun dengan segera menggeleng, sementara gue melotot tajam kearah Somi. "Enak aja! Astaga aduh dek jangan denger ya, Tante Somi emang kurang ajar." Gue dengan segera menutup perut yang masih rata ini dengan kedua tangan. "Ada-ada aja kalian, Oh iya, Hana udah makan belum?" Gue menggeleng, belum ada nafsu makan sih. Tapi pas lihat Yeonjun, entah kenapa gue pengen makan kalgutsu. "Ma, Aku pengen makan Kalgutsu." Ucap gue. Yeonjun tiba-tiba bangkit, "Astaga kak! Aku lupa ditasku ada kalgutsu." Gue lihat dia lagi menggeledah tasnya dan menemukan sebuah kotak berwarna hitam persegi panjang. "Ini." Yeonjun membawakan gue kotak itu dan menyodorkannya kearah gue. "Terimakasih." Aduh, gue udah seneng banget lihat kalgutsu didepan mata. Mama tersenyum lalu mengelus puncak kepala gue, "Kok, Yeonjun tau Hana pengen kalgutsu?" Tanya mama yang kini beralih menatap Yeonjun. Yeonjun nyengir, "Tadi juga pengen makan Kalgutsu, tapi karena pengen cepet-cepet ketemu kak Hana, Jadi lupa kalau baru beli kalgutsu." Jawabnya. "Oh, Jadi ini punya lo?" Tanya Gue sinis. Yeonjun menggeleng, "Buat kakak aja, kalau kakak seneng, aku langsung kenyang." Mama kembali terkekeh. "Jun, kalau hungry mending langsung pesen delivery aja." Sahut Somi. Yeonjun mengangguk. ### Malam ini cuma mama yang nginep, Papa sama Kak Soobin gak bisa, soalnya besok mereka harus kekantor buat izin sebentar habis itu kembali lagi buat jemput gue. Besok gue bebas dari rumah sakit, akhirnya bisa pulang kerumah dan menghabiskan waktu disana. Mungkin, setelah ini semua akan terasa berbeda, karena gue bukan lagi cewek single. Gue menghela nafas, mengingat segala sesuatu yang sudah terjadi dan sekarang berlalu. Mama udah tidur disofa, sementara Yeonjun masih betah belajar dimeja. Gue gak ngerti, kenapa dimusim dingim seperti ini SMA masih masuk. Mengingat sebentar lagi Yeonjun akan lulus. Gue gak bisa ganggu dia gitu aja, Gue masih sayang masa depan. "Jun, Udahan gih, lo gak lihat ini jam berapa?" Yeonjun menoleh kearah gue. Bajunya juga udah ganti, pake kaus panjang hitam putih. Yeonjun senyum, "Kakak, kenapa belum tidur?" Gue memutar bolamata malas, "Karena lampunya belum mati." Yeonjun dengan segera merapikan alat tulisnya lalu menghampiri gue. "Mau ngapain?" "Mama tidur disofa, Aku tidur dimana dong?" Ucapnya dengan ekspresi memelas, Perut gue mules lihatnya. "Terus ngapain kesini? Lagian tadi papa udah nyuruh lo buat pulang aja, kan besok gue udah pulang kerumah." Balas gue. Yeonjun cemberut, "Gak bisa gitu dong, aku mana bisa ninggalin kalian berdua. Disekolah aja aku pengen cepet pulang buat ketemu kakak." Sial! Pipi gue pasti merah, untung Yeonjun gak terlalu merhatiin. "Terus mau tidur dimana?" Tanya Gue. Yeonjun melirik kearah samping, Firasat gue udah gak bener nih daritadi. Bener aja, dia langsung ngambil tempat disamping. Mentang-mentang ranjang besar dan yang bayar biaya rumah sakit gue si Daddy, Dia mau tidur disamping gue. "Kenapa kak? Gak boleh?" Tanya dia yang nyadar ekspresi gue. "Lo gak malu gitu?" Yeonjun keliatan gak peduli. "Ngapain malu, Kita udah sering tidur bareng kalau kakak lupa." "Ish! Yeonjun apaan sih!" Yeonjun terkekeh kemudian menarik gue untuk tidur disampingnya, "Udah ya, Tidur aja." Plak! "Tangan lo ngapain raba-raba perut gue hah?" Tanya gue, setelah memukul tangannya yang kurang ajar main diperut gue. Yeonjun mendengus, "Aku cuma mau elusin perut kakak doang, Kan tadi udah janji." Yaudahlah, akhirnya gue pasrah dia mau ngapain, toh juga kalau macam-macam tinggal tendang aja dia. ### Yuk Follow Ig : @im_yourput kalau kalian mau tau visual dan bebera info menarik lainnya!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN