Bab 48

1575 Kata

"Bagaimana keadaan Zehra, Michaël?" Emir tiba dengan memasang raut wajah kecemasan. Napasnya terdengar tidak beraturan, karena sejak turun dari mobil, Emir langsung berlari memasuki rumah sakit untuk mengetahui kondisi Zehra saat ini. Emir mencoba mengatur napasnya beberapa saat sambil terduduk di kursi tunggu. "Maaf, aku sedikit terlambat. Lalu lintas cukup padat hari ini," ujarnya sambil berusaha mengontrol deru napasnya. Michaël tersenyum, seolah ia merasa bangga pada pria yang ada di hadapannya itu. Kecemasan Emir memang terlihat jelas, jauh berbeda dengan Athan. Bahkan Michaël memberitahukan keadaan Zehra melalui pesan saja, hanya dibaca dan tidak dibalas oleh Athan. "Tidak masalah. Yang penting kau datang." "Terima kasih, sudah mengerti," ucap Emir tulus. "Lalu, bagaimana kondisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN