Zehra semakin meringkuk ketakutan tatkala ia mendengar suara pintu kamar yang didobrak secara paksa oleh kelompok Pasquier, diketuai oleh David. Keringat dingin terus saja mengucur deras di sekujur tubuhnya dan tubuhnya juga semakin gemetar. Zehra tidak tahu harus berbuat apa, selain membungkam mulutnya agar tidak menimbulkan suara. Wanita tersebut pun semakin menyudutkan tubuhnya agar musuh tidak melihatnya. Brak! Terdengar suara gaduh dari dalam kamar. Kemungkinan mereka mengacak-acak isi kamar Zehra. Tak lama setelahnya, terdengarlah suara tembakan dan Zehra semakin ketakutan. Ia hanya bisa menangis tanpa suara dan merasakan sesak di dadanya karena napas yang tertahan. "Athan, tolong aku…." Suara Zehra terdengar pelan sekali. Ia berusaha melihat ke sekeliling kamar mandi, barangkali

