Bab 45

1437 Kata

Zehra masih terdiam sambil menatap Emir. Ia masih tidak percaya Emir akan mengungkapkan perasaannya malam ini. Selama ini, Zehra mengira bahwa rasa sayang Emir hanyalah sebatas sahabat saja, namun ternyata lebih dari itu. Kini, ia bingung bagaimana menanggapi pernyataan cinta tersebut. Zehra tahu, Emir tidak pernah main-main dengan ucapannya. Pria itu selalu berkata jujur sejak pertama kali Zehra mengenalnya. "Emir, apa kau sadar dengan pernyataanmu tadi?" tanya Zehra. Emir mengangguk. "Aku sangat sadar, Zehra. Aku juga tidak mabuk. Semua yang kuucapkan adalah sebuah kenyataan yang memang sudah sangat terlambat untuk diucapkan. Tapi, jangan salah paham dulu, Zehra. Aku tidak bermaksud untuk membebanimu atau merebutmu dari Athan. Aku hanya ingin mengatakan ini agar hatiku sedikit lega. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN