Beberapa hari kemudian, Zehra pun akhirnya membuka mata dan menggerakan jari-jemarinya. Ia mengerjap beberapa saat, sampai penglihatannya kembali normal. Zehra menatap plafon rumah sakit dan menolehkan kepalanya ke samping kiri. Ia terkejut melihat sosok Emir yang tertidur di sampingnya dengan wajah menelungkup ke bawah. Kedua lengan Emir dijadikan sebagai alas. Zehra tersenyum, lantas mengangkat tangan kirinya untuk membelai rambut hitam Emir. Pria itu tampak menggeliat sedikit, kemudian menaikkan kepalanya dan langsung terkejut melihat Zehra sudah sadar. Sudah lebih dari 3 hari Zehra tidak sadarkan diri. Emir tersenyum bahagia. "Syukurlah. Akhirnya kau sadar juga," ucap Emir lega. "Aku sangat mencemaskanmu." Zehra mengernyit, tak mengerti dengan ucapan Emir. "Memangnya, sudah berapa l

