Masih dengan menatap wajah Nina, Monica masih mendengarkan apa yang diucapkan Nina kepadanya, dari kejauhan. Lisa berjalan menuju ruangan karyawan PD design, Lisa dengan tatapan liarnya memandang Monica dengan tatapan sinis. “Nina, kenapa kamu enggak ke mejamu? Atau aku harus menaruh catatan kamu ke William supaya kamu kena tegur personalia?” Tanya Lisa dengan tatapan sinis, dirinya masih memandangi para karyawan yang seketika bubar dari kumpulan bergosip di ruangan. Yang semula ramai menjadi sepi karena fokus di meja kerja masing-masing. “Monica, ikut saya!” Lisa mengajak Monica ke ruangan meeting yang hanya ada dirinya dan juga Monica. Ruangan meeting yang selalu dipakai PD design untuk membahas banyak sekali program bulanan perusahaan. “Kamu kenapa kesiangan? Di absen saya lihat kamu

