“Non Monica tidak apa-apa? Jika memang dirasa belum membaik istirahat saja dirumah, non,” jawabnya dengan terbata-bata. Bi Darsih membantu merapikan seragam Monica didepan cermin. Dengan membuat rambut Monica yang panjang menjadi keriting setengah gantung dengan hiasan pita berwarna senada dengan pakaian seragamnya hari ini. Bi Darsih masih terlihat khawatir dengan kondisi Monica yang kian pucat. Monica hanya tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa, dirinya hanya memegang jari-jemari Bi Darsih seakan dirinya baik-baik saja. “Aku enggak apa-apa kok Bi Darsih, bibi enggak usah khawatir,” jawabnya dengan tersenyum sesekali. Sayup-sayup ranum berpendar dari bibirnya dengan begitu lembut. “Bibi hanya khawatir kok sama non, jika memang makin memburuk bisa izin pulang. Kebetulan bibi hanya khawa

