Mang Tarjo masih berjalan pelan dengan menggaruk-garuk perut serta menggaruk rambutnya setelah dirinya selesai makan, rasa kantuk yang melanda serta rasa kenyang membuatnya berjalan dengan menguap. Mang Tarjo membukakan rantai besi dengan suara bunyi pagar besi yang gaduh, Mang Tarjo hanya melihat seseorang dengan pakaian rapih, dengan kemeja dan juga pakaian kerja dengan lengkap. “Siapa ya mas?” Tanya Mang Tarjo ketika dirinya melihat seseorang dengan pakaian rapih, seseorang yang ia lihat masih berbalik arah dengan menelepon seseorang. “Apa kabar, Mang Tarjo? Pasti lupa sama saya,” ucapnya dengan tubuh yang berbalik. Siratan wajah tampan dengan potongan rambut yang maskulin. Mang Tarjo hanya mengerjapkan mata, dirinya hanya terbelalak dengan bengong didepan pria yang ia lihat layakny

