Monica duduk di sofa hotel masih menunggu Nina yang sedang berdandan. Monica menahan rasa pusing dan juga mual. Dirinya merasakan sekujur tubuhnya sangat ringkih berat serta pegal. “Mba, maaf ya aku pingsan, aku merepotkan ya sampai mba sewa kamar ini? Nanti uangnya aku ganti ya mba.” Nina hanya tersenyum ketika dirinya memakai foundation serta eyeliner, “Ya ampun enggak usah diganti. Sudah nanti kamu aku antar ke rumah, sabar ya nanti kita pulang.” Nina masih bercermin dengan tersenyum melihat dirinya sendiri sesekali melihat kea rah Monica yang sedang kesulitan akan dirinya sendiri, Nina membereskan seluruh perlengkapan miliknya dan membawa Monica, Monica berjalan pelan-pelan dengan pandangan kabur, dirinya berjalan dengan rasa intim yang gatal serta nyeri. “Badanku beneran enggak ena

