Prass semakin menegang, dirinya mulai merasakan tubuhnya begitu nyaman. Prass menghentikan gerakan tubuhnya, dirinya memperlambat dengan menciumi tengkuk leher Monica dengan lembut. Masih dengan meremas rambut Monica dengan pelan. Prass semakin mencumbuinya. Jam menunjukkan mulai memasui subuh, sudah berjam-jam dirinya menyelami tubuh Monica dengan intens. Prass semakin mempercepat pelepasannya bersama Monica, bibir ranum mungilnya diciumi oleh Prass begitu lekat. Perasaan rindunya bersama Monica melebur dengan penyatuan. Tubuh Prass bersatu dengan Monica dengan ringkuh, Prass mengelap tubuh Monica ketika banyak sekali keringat yang terjatuh. Jam sudah memasuki hampir subuh. Prass melepaskan dirinya dengan banyaknya cairan yang berada di bagian intim Monica. Seprai ranjang sudah mulai a

