Nara semakin pasrah ketika dirinya semakin intens bersama Luxio, rauman kebersamaannya bersih menutup rasa siratan nafsu yang terjalin. Keduanya semakin intens dengan suara ac yang menghiasi ruangan, satu jam mereka melakukan penyatuan sempurna. Nara begitu lemas ketika dirinya sudah melayani Luxio selama satu jam. Dirinya meringkuk di belahan d**a Luxio dengan intens, Luxio hanya membelai lembut ubun-ubun kepala Nara yang kini berada di atas d**a bidangnya. Tangan kanannya memegang remote televisi dengan menonton acara berita malam ini. “Apakah masih sakit?” tanyanya dengan lembut dengan pelan kepada Nara. Hanya ada anggukan pelan dari Nara yang memejam di d**a bidang Luxio. Merasakan keintimannya begitu nyeri dan juga linu akibat robekan yang diberikan Luxio. Malam ini adalah pertama ka

