"Dean Oliver, kau diberhentikan dari penyelidikan kasus pembunuhan Timothy Clarence dan pasangan James." Dean mendelik tajam, wajahnya memerah. Sangat kentara kalau ia sedang marah, tapi berusaha mati-matian menahannya agar tidak meledak di depan bocah berambut pirang yang sedang berada di dalam gendongannya. "Semua bukti mengarah padamu, Oliver. Kau tidak bisa mengelak lagi." Suara itu membuat Dean mengembalikan raut wajahnya pada keadaan normal. Ia tak ingin memperlihatkan kemarahan dan kekecewaannya di depan pria sinting yang selalu menganggapnya saingan, Jason Walls. Pria itu kini berdiri di depannya, menatapnya dengan tatapan mengejek. Namun, satu yang tidak Dean terima, tatapan menghina yang ditujukan pada Alexander. Ia tidak peduli dengan ejekan dan hinaan yang ditujukan padanya

