Bab 21

2042 Kata

Kalau beberapa hari ini Dean selalu dibangunkan oleh pekikan Alexander, pagi ini berbeda. Bukan suara pekikan bocah itu lagi yang membangunkannya, melainkan suara ponselnya yang berdering nyaring menandakan ada panggilan masuk. Dengan malas menjulurkan tangan ke arah nakas, mencoba menggapai ponsel yang sebelum tidur di letakkan di sana, dengan mata yang masih terpejam. Ia masih mengantuk, ini masih sangat pagi, bahkan Alexander saja belum bangun. Bocah itu masih terlelap setelah dini hari tadi terbangun dan meminta s*su. Dean yakin botol s*su sekarang masih tersumpal di mulut Alex. Tanpa melihat siapa penelepon, Dean langsung menempelkannya ke telinga setelah menggulir ikon berwarna hijau ke atas. "Halo?" sapa Dean dengan suara serak khas bangun tidur. "Sudah kuduga kau masih tidur.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN