Meysha dan Fathan sampai di kediaman Ishaq. Mereka keluar dari mobil, Ishaq langsung menyambut keduanya dengan hangat. “Assalamu’alaikum Ishaq,” “Wa’alaikumus salam. Mari, mari, silakan masuk.” Ajak Ishaq. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah megah itu. Sementara itu, di luar pagar ada Ami yang memperhatikan dari dalam mobil. “Ishaq,” tutur Ami pelan sambil memperhatikan rumah megah milik Ishaq, “Seorang pengusaha muda, kaya dan low profile. Melihat semua ini, aku jadi penasaran apa yang telah di lalui Meysha bersama pria itu. Aku yakin, setelah melewati masa 2 tahun bersama hubungan mereka pasti tidak semudah ini.” tutur Ami sangat yakin dengan praduga nya. Ami sedikit tersengih sinis, lalu dia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan itu. “Silakan.” Ramah Ishaq mempersilak

