Perubahan

1064 Kata

"Makanannya enak?" celetuk Aaraf. Kayshilla mengangkat kepala dan lantas mengangguk pelan, wanita itu sedari tadi fokus dengan makanannya dan tidak membuka suara. Tanpa ia sadar di sudut bibirnya ada sebutir nasi, sedangkan Aaraf yang melihat hal itu langsung mengulurkan tangan guna mengambil sebutir nasi tersebut. "Ada nasi." Kayshilla tersentak kaget, ia langsung meraba sudut bibirnya dengan perasaan tidak karuan. Antara malu dan juga senang. "Maaf, Mas. Saya nggak tahu." "Nggak papa. Berarti kamu suka 'kan sama makanan di sini?" "Suka, Mas." Wanita itu menganggukkan kepala. "Saya jadi inget Umik, beliau sering masakin saya seperti ini." "Kalau kamu suka, kita bisa sering-sering ke sini. Tapi juga harus lebih sering olah raga biar nggak kena kolesterol karena kebanyakan makan sea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN