Tuduhan Aaraf

1408 Kata

Kayshilla berjalan riang sembari menenteng tasnya, ia menuju ke gerbang untuk menunggu Aaraf yang akan menjemputnya. "Mbak! Mbak ...." "Hey! Mbak baju hitam ...!" Kayshilla sontak menghentikan langkah saat mendengar suara bariton tersebut. Ia menelisik penampilannya dan orang-orang di sekitar, hanya ia yang mengenakan abaya hitam. "Huh ... kamu dipanggil kok malah jalan terus, sih? Nggak nengok, nggak berhenti, nggak apa!" Pria muda itu memegangi lutut dengan napas tersengal. Sedangkan Kayshilla hanya menatap bingung. "Ada apa, ya, Kak?" tanyanya. Pria itu menegakkan tubuh, bulir keringat masih jatuh di wajahnya. Ia terlihat sangat kelelahan mengejar Kayshilla. "Aku di suruh Dosen kasih buku ini ke kamu." Ia menyodorkan dua buah buku paket kepada Kayshilla. Wanita cantik itu langsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN