Pactum | 63

1166 Kata

"Jadi mata perak kamu waktu itu cuman softlens?" Natasya menganga, dia kaget. Kenan mengangguk sambil tertawa kecil. "Saya menyesal telah berbohong. Tapi sudah terlanjur dan kamu mempercayainya. Saya tak ingin membuat kamu kecewa--sebab kata kamu, kamu benar-benar menyukai mata saya, jadi saya biarkan saja." Waktu itu Kenan sedang mengikuti acara pentas seni di hut kampus dengan teman-temannya. Kenan mendapatkan peran yang mengharuskannya memiliki iris yang berbeda. Karena sejatinya iris asli Kenan hitam pekat, mau tak mau Kenan harus menggunakan softlens agar warna irisnya menjadi perak. Kenan juga dalam peran tersebut memiliki tahi lalat di dagu dan kacamata bulatnya. Kenan sedang melakukan latihan di salah satu rumah temannya, satu komplek dengan rumah Natasya, bahkan terhitung dekat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN